25 KELEBIHAN ISTIGHFAR


Di zaman yang serba mencabar ini ada baiknya kita menjadikan Istighfar sebagai salah satu amalan kita, Untuk lebih membuat kita bersemangat melakukannya, berikut adalah huraian kelebihan dan manfaat dari berIstighfar.
1. MENGGEMBIRAKAN ALLAH
Rasulullah s.a.w bersabda, “Sungguh Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. DICINTAI ALLAH
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.al-Baqarah: 222). Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR.Ibnu Majah)
3. DOSA-DOSANYA DIAMPUNI
Rasulullah bersabda, “Allah telah berfirman, "Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, nescaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengampuni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi)
Imam Qatadah berkata,”Al-Qur’an telah menunjukkan penyakit dan ubat kalian. Adapun penyakit kalian adalah dosa, dan ubat kalian adalah istighfar.” (Kitab Ihya’Ulumiddin: 1/410).
4. SELAMAT DARI API NERAKA
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan aku masuk neraka’. Rasulullah s.a.w bersabda,’ Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. MENDAPAT BALASAN SYURGA
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.”(QS. Ali’Imran: 135-136).
6. MENGECEWAKAN SYAITAN
Sesungguhnya syaitan telah berkata,”Demi kemuliaan-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.”(HR.Ahmad dan al-Hakim).
7. MEMBUAT SYAITAN PUTUS ASA
Ali bin Abi Thalib r.a pernah didatangi oleh seseorang, "Saya telah melakukan dosa’. 'Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’, kata Ali. Orang itu menjawab,’Saya telah bertaubat, tapi setelah itu saya berdosa lagi’. Ali berkata, ‘Bertaubatlah kepada Allah, dan jangan kamu ulangi’. Orang itu bertanya lagi,’Sampai bila?’ Ali menjawab,’ Sampai syaitan berputus asa dan merasa rugi.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 73).
8. MEREDAM AZAB
8:33


Allah berfirman, "Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.”(QS.al-Anfal: 33).
9. MENGUSIR KESEDIHAN
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10.MELAPANGKAN KESEMPITAN
Rasulullah s.a.w bersabda, "Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka,”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
11. MELANCARKAN REZEKI
Rasulullah s.a.w bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba boleh tertahan rezekinya kerana dosa yang dilakukannya.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).
12. MEMBERSIHKAN HATI
Rasulullah s.a.w bersabda,”Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.”(HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
13. MENGANGKAT DERAJATNYA DI SYURGA
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di syurga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Kerana istighfar anakmu untukmu’.”(HR.Ahmad dengan sanad hasan).
14. MENGIKUTI SUNNAH RASULULLAH
Abu Hurairah berkata,”Saya telah mendengar Rasulullah bersabda, 'Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.”(HR.Bukhari).
15. MENJADI SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERSALAH
Rasulullah bersabda,”Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.”(HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
16. BERSIFAT SEBAGAI HAMBA ALLAH YANG SEJATI
Allah berfirman,”Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(iaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.”(QS.Ali’Imran: 15-17).
17. TERHINDAR DARI MENJADI ORANG YANG ZALIM
Allah berfirman,”…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”(QS. al-Hujurat: 11)
18. MUDAH MENDAPATKAN ANAK
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
19. MUDAH MENDAPATKAN AIR HUJAN
Ibnu Shabih berkata,”Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata,’Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98)
20. BERTAMBAH KEKUATANNYA
Allah berfirman,”Dan (dia berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS. Hud: 52)
21. BERTAMBAH KESEJAHTERAANNYA
Allah berfirman,”Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.”(QS.Nuh: 10-12).
22. MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG
Allah berfirman, "Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”(QS.an-Nur: 31).
Aisyah berkata,”Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.”(HR.Bukhari).
23. KEBURUKANNYA DIGANTI DENGAN KEBAIKAN
Allah berfirman, "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”(QS. Hud: 114).
24. BERCITRA SEBAGAI ORANG MUKMIN
Rasulullah bersabda,”Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyedari bahawa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahawa tiada Tuhan yang boleh mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.”(HR.Ahmad).
25. BERKEPERIBADIAN SEBAGAI ORANG BIJAK
Seorang ulama berkata,”Tanda orang yang arif (bijak) itu ada enam. Apabila ia menyebut nama Allah, ia merasa bangga. Apabila menyebut dirinya, ia merasa hina. Apabila memperhatikan ayat-ayat Allah, ia ambil pelajarannya. Apabila muncul keinginan untuk bermaksiat, ia segera mencegahnya. Apabila disebutkan ampunan Allah, ia merasa gembira. Dan apabila mengingat dosanya, ia segera beristighfar.” (Kitab Tanbihul Ghafilin: 67).

Kelebihan Solat Berjemaah

Gambar Hiasan

Ustaz Dr. Udah bin Mohsin
Masjid al-Istiqamah Sg Merab

بسم الله الرحمن الرحيم، الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.


Sembahyang fardhu lima waktu adalah merupakan salah satu daripada rukun Islam yang lima. Orang yang meninggalkan sembahyang maka telah robohlah  satu daripada rukun Islam daripada dirinya. Sembahyang fardhu itu sebaik-baiknya hendaklah dikerjakan dengan berjamaah. Bagi mereka yang mengerjakan sembahyang fardhu dengan berjamaah mendapat kelebihan yang amat besar.

Di antara kelebihan-kelebihan mengerjakan sembahyang fardhu dengan berjamaah ialah:

Pertama.
Sesiapa yang dapat bersama imam pada takbir pertama selama 40 hari dia terlepas daripada api neraka dan dari menjadi orang munafik

 Sabda Rasulullah s.a.w.:

مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِى جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ. قَالَ أَبُو عِيسـَى وَقَدْ رُوِىَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ أَنَسٍ مَوْقُوفًا وَلاَ أَعْلَمُ أَحَدًا رَفَعَهُ إِلاَّ مَا رَوَى سَلْمُ بْنُ قُتَيْبَةَ عَنْ طُعْمَةَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِى ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ. (سنن الترمذى، الصلاة)

Bermaksud: Sesiapa yang sembahyang kerana Allah selama 40 hari dengan berjemaah dan mendapat takbir yang pertama. Ditulis bagi orang itu dua pelepasan, pelepasan daripada neraka, dan pelepasan daripada menjadi orang munafik.
Dalam hadis ini, Rasulullah s.a.w. menjelaskan bahawa orang yang dapat berjemaah bersama-sama imam dari takbir pertama hingga akhir sembahyang selama 40 hari dilakukan semata-mata kerana Allah dia terselamat daripada dua perkara iaitu terselamat daripada neraka dan terselamat daripada menjadi munafik. Dengan itu marilah kita berusaha untuk mendapatkan kelebihan ini.

Kedua.
Banyak  langkah menuju ke masjid untuk berjama`ah menghapuskan dosa dan meninggikan darjat.
Sabda Rasulullah s.a.w.:

أَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ. قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ «إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَذَلِكُمُ الرِّبَاط». (صحيح مسلم، الطهارة)

Bermaksud: Tidakkah aku tunjukkan kamu sesuatu yang Allah menghapuskan dosa dan mengangkat darjat? Para sahabat menjawab, “Ya, wahai Rasulullah”, sabda Baginda: “Banyak langkah ke masjid dan  menunggu satu sembahyang selepas satu sembahyang. Itu adalah ikatan”. 

Hadis ini menunjukkan kepada kelebihan banyak langkah ke masjid dan kelebihan menunggu satu sembahyang setelah menunaikan satu sembahyang, dan sekali gus menunjukkan kelebihan sembahyang berjemaah. Dalam nas yang lain Baginda menegah sahabat yang hendak berpindah ketempat yang berhampiran dengan masjid dengan meninggalkan tempat kediaman yang lama.

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ خَلَتِ الْبِقَاعُ حَوْلَ الْمَسْجِدِ فَأَرَادَ بَنُو سَلِمَةَ أَنْ يَنْتَقِلُوا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ لَهُمْ «إِنَّهُ بَلَغَنِى أَنَّكُمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَنْتَقِلُوا قُرْبَ الْمَسْجِدِ». قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ أَرَدْنَا ذَلِكَ. فَقَالَ «يَا بَنِى سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ». (صحيح البخارى، المساجد)

Bermaksud: Daripada Jabir bin Abd Allah katanya: Kawasan di sekeliling masjid telah lapang, oleh itu Banu Salamah hendak berpindah ke kawasan yang berhampiran dengan masjid, maka perkara ini sampai kepada Rasulullah s.a.w. maka sabdanya: Bahawasanya sampai kepadaku berita bahawa kamu hendak berpindah ke kawasan yang hampir masjid. Mereka menjawab, “Ya, wahai Rasulullah, kami hendak demikian”. Jawab Baginda:“Wahai Bani Salamah! Rumah kamu, (jangan pindah) kesan-kesan tapak kaki kamu (ke masjid) ditulis, rumah kamu (jangan pindah), kesan-kesan tapak kaki kamu ke masjid ditulis”.

Hadis ini menunjukkan kelebihan pergi ke masjid untuk sembahyang berjemaah, di mana setiap langkah adalah mendapat pahala dari Allah s.w.t.

Ketiga.
Orang yang keluar dari rumahnya untuk menunaikan sembahyang berjamaah mendapat pahala seperti pahala orang yang mengerjakan haji.
Sabda rasulullah s.a.w.

 مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ وَصَلاَةٌ عَلَى أَثَرِ صَلاَةٍ لاَ لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِى عِلِّيِّينَ. (سنن أبى داود، الصلاة)

Bermaksud: Siapa yang keluar dari rumahnya dengan keadaan bersuci menuju kepada sembahyang fardhu maka pahalanya seperti pahala orang haji yang berihram dan sesiapa yang keluar hanya semata-mata untuk tasbih al-Duha maka pahalanya seperti pahala orang yang mengerjakan umrah. Satu sembahyang selepas satu sembahyang, tiada melakukan perkara sia-sia di antara kedua-duanya ditulis pada kalangan orang yang mempunyai kedudukan yang tinggi.

Keempat.
Orang yang sembahyang berjamaah Allah ampunkan dosanya.
Sabda Rasulullah s.a.w.

مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلاَةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلاَةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلاَّهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَع
الْجَمَاعَةِ أَوْ فِى الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ. )صحيح مسلم، الطهارة)

Bermaksud: Sesiapa yang berwuduk untuk mengerjakan sembahyang lalu dia berwuduk dengan sempurna kemudian dia pergi ke masjid untuk sembahyang fardhu kemudian dia pun bersembahyang berserta dengan orang ramai, atau berjemaah atau dalam masjid maka Allah mengampunkan untuknya dosa-dosanya.

Maksud dosa-dosa di sini adalah dosa kecil kerana dosa besar memerlukan kepada taubat atau keampunan dari Allah.

Kelima.
Orang yang sentiasa sembahyang berjamaah di masjid mendapat perlindungan daripada Allah s.w.t. pada Hari Kiamat.

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِى ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِى عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِى الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِى اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّى أَخَافُ اللَّهَ. وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ. (صحيح لبخاري، الأذان)

Bermaksud: Tujuh golongan manusia yang mendapat perlindungan dari Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali dari-Nya, iaitu imam yang adil, pemuda yang hidup di dalam beribadah kepada Allah,  seorang  yang hatinya sentiasa ingat kepada masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana Allah, berhimpun kerana-Nya dan berpisah kerana-Nya, seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan jelita (untuk melakukan maksiat) lalu dia berkata: “Aku takutkan Allah”, seorang yang bersedekah secara senyap-senyap sehingga tidak diketahui tangan kirinya apa yang dibelanjakan oleh tangan kanannya dan seorang yang mengingati Allah bersendirian sehingga berlinangan air kedua matanya. 
  
Orang yang hatinya sentiasa teringat kepada masjid ialah orang yang menunaikan sembahyang berjemaah setiap waktu. Apabila dia keluar dari masjid hatinya sentiasa ingat akan datang semula ke masjid untuk menunaikan jemaah fardhu yang berikutnya. Orang ini akan mendapat perlindungan dari Allah di akhirat nanti di mana di waktu itu tiada perlindungan kecuali hanya perlindungan dari-Nya sahaja. Ini merupakan kelebihan yang amat besar kepada orang yang sentisa mengerjakan sembahyang fardhu dengan  berjemaah di masjid. 

Keenam.
Orang yang sembahyang berjamaah di masjid Allah sediakan baginya hidangan di syurga setiap kali dia pergi dan balik.
Sabda Rasulullah s.a.w.:

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنَ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ. (صحيح البخارى، الأذان)

Bermaksud:  Sesiapa yang pergi ke masjid dan balik (dari masjid), Allah sediakan baginya hidangan  dari syurga setiap kali dia pergi dan balik.
Ketujuh.
Allah memberi jaminan syurga kepada orang yang pergi sembahyang berjamaah di masjid.

ثَلاَثَةٌ كُلُّهُمْ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ رَاحَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ حَتَّى يَتَوَفَّاهُ فَيُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ أَوْ يَرُدَّهُ بِمَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ وَرَجُلٌ دَخَلَ بَيْتَهُ بِسَلاَمٍ فَهُوَ ضَامِنٌ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ. (سنن أبى داود، الجهاد)

Bermaksud: Tiga golongan semuanya dijamin oleh Allah, seorang yang keluar berperang pada jalan Allah maka Allah jamin sehingga Allah mematikannya lalu dia masuk syurga atau dia kembali dengan memperolehi pahala dan harta rampasan perang. Seorang yang pergi ke masjid maka Allah jamin hingga Allah mematikannya lalu dimasukkan ke dalam syurga atau Allah mengembalikannya dengan mendapat pahala dan ghanimah  dan seorang yang masuk ke rumahnya dengan memberi salam  maka Allah jamin ke atasnya.

Di antara apa yang terkandung dalam hadith di atas ialah jaminan daripada Allah s.w.t bahawa orang yang pergi ke masjid untuk sembahyang berjamaah dia dimasukkan ke dalam syurga-Nya.

Kelapan.
Orang yang pergi ke masjid di waktu yang  gelap dia mendapat cahaya yang sepenuhnya pada Hari kiamat.
Sabdanya Rasulullah s.a.w. :

لِيَبْشَرِ الْمَشَّاءُونَ فِى الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِنُورٍ تَامٍّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (سنن ابن ماجه، المساجد والجماعات)

Bermaksud: Hendaklah bergembira orang-orang yang berjalan kaki dalam gelap menuju ke masjid mereka akan mendapat cahaya cukup sempurna pada Hari Kiamat.
Dalam hadis ini Rasulullah s.a.w. menerangkan kelebihan orang yang berjalan kaki di waktu gelap menuju ke masjid. Mereka ini akan mendapat cahaya yang amat terang pada hari Kiamat. 

Kesembilan
Allah amat gembira kepada orang yang bersedia hendak pergi ke masjid menunaikan sembahyang dan zikir.

مَا تَوَطَّنَ رَجُلٌ مُسْلِمٌ الْمَسَاجِدَ لِلصَّلاَةِ وَالذِّكْرِ إِلاَّ تَبَشْبَشَ اللَّهُ لَهُ كَمَا يَتَبَشْبَشُ أَهْلُ الْغَائِبِ بِغَائِبِهِمْ إِذَا قَدِمَ عَلَيْهِمْ. (سنن ابن ماجه، المساجد والجماعات)

Bermaksud: Seseorang lelaki muslim yang bersedia ke masjid untuk bersembahyang dan berzikir, Allah gembira kepadanya sebagaimana keluarga orang yang pergi, gembira apabila orang yang pergi itu balik  kepada mereka.
Hadis ini menunjukkan bahawa Allah amat gembira kepada orang yang pergi ke masjid.

Kesepuluh.
Orang yang sembahyang Subuh berjamaah seolah-olahnya dia sembahyang sunat seluruh malam dan orang yang sembahyang Isyak berjamaah seolah-olahnya dia menghidupkan separuh malam.
Sabda Rasulullah s.a.w.

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
صحيح مسلم)

Bermaksud: Sesiapa yang sembahyang Isyak pada satu jamaah seolah-olahnya dia sembahyang  separuh malam, dan sesiapa yang sembahyang Subuh pada satu jamaah seolah-olahnya dia sembahyang seluruh malam.

Kesebelas.
Pergi masjid awal dan mendapat saf pertama adalah mempunyai kelebihan yang amat besar.
Sabda Rasulullah s.a.w.:

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِى النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الأَوَّلِ، ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلاَّ أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوا، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى التَّهْجِيرِ لاَسْتَبَقُوا إِلَيْهِ، وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِى الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا. (صحيح البخارى، الأذان)

Bermaksud: Kalaulah manusia mengetahui apa yang terdapat dalam seruan azan dan saf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatinya kecuali dengan cara undian nescaya mereka akan melakukannya. Kalau manusia mengetahui kelebihan pergi awal untuk menunaikan sembahyang nescaya mereka akan bersegera, dan sekiranya manusia mengetahui apa yang ada pada sembahyang isyak dan subuh berjemaah nescaya mereka akan menghadirinya walau dengan mengisut.

Di antara kandungan nas di atas adalah menunjukkan kepada kelebihan yang ada pada azan, saf pertama dan datang awal ke masjid.

Kedua belas
Jamaah sembahyang fardu yang lebih ramai adalah yang lebih disukai Allah.
Sabda Rasulullah s.a.w.:

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - يَوْمًا الصُّبْحَ فَقَالَ «أَشَاهِدٌ فُلاَنٌ». قَالُوا لاَ. قَالَ «أَشَاهِدٌ فُلاَنٌ». قَالُوا لاَ. قَالَ «إِنَّ هَاتَيْنِ الصَّلاَتَيْنِ أَثْقَلُ الصَّلَوَاتِ عَلَى الْمُنَافِقِينَ وَلَوْ تَعْلَمُونَ مَا فِيهِمَا لأَتَيْتُمُوهُمَا وَلَوْ حَبْوًا عَلَى الرُّكَبِ وَإِنَّ الصَّفَّ الأَوَّلَ عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلاَئِكَةِ وَلَوْ عَلِمْتُمْ مَا فَضِيلَتُهُ لاَبْتَدَرْتُمُوهُ وَإِنَّ صَلاَةَ الرَّجُلِ مَعَ الرَّجُلِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ وَحْدَهُ وَصَلاَتُهُ مَعَ الرَّجُلَيْنِ أَزْكَى مِنْ صَلاَتِهِ مَعَ الرَّجُلِ وَمَا كَثُرَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى». (سنن أبى داود، الصلاة)

Bermaksud: Daripada Aubay bin Ka`b katanya: Pada suatu hari Rasulullah s.a.w. bersembahyang Subuh bersama-sama kita, lalu sabdanya: Adakah si pulan hadir? Para sahabat menjawab tidak. Tanya Baginda lagi, Adakah si pulan hadir? Para sahabat menjawab tidak. Sabda Baginda: Bahawasanya dua sembahyang ini adalah sembahyang yang paling berat ke atas orang munafikin. Jikalau kamu mengetahui apa yang ada pada kedua-duaya nescaya kamu akan datang menunaikan kedua-duanya walau dengan mengisut. Bahawasanya saf yang pertama adalah menyerupai saf malaikat, dan jikalau kamu mengetahui apa kelebihannya nescaya kamu bersegera kepadanya. Dan bahawasanya sembahyang seorang bersama dengan seorang lain lebih baik dari sembahyangnya seorang diri, dan bersembahyangnya bersama dengan dua orang lain lebih baik dari bersembahyang dengan seorang lelaki, dan yang banyak maka lebih disukai oleh Allah s.w.t.

Di antara apa yang disebut oleh Rasulullah s.a.w. dalam hadith di atas ialah Allah lebih suka kepada jamaah sembahyang yang lebih ramai.

Ketiga belas
Orang yang menunggu di tempat sembahyangnya bagi menunaikan sembahyang berjamaah adalah dikira sebagai mengerjakan sembahyang.
Sabda Rasulullah s.a.w.:   

 لاَ يَزَالُ الْعَبْدُ فِى صَلاَةٍ مَا كَانَ فِى مُصَلاَّهُ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ وَتَقُولُ الْمَلاَئِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ. حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ ». قُلْتُ مَا يُحْدِثُ قَالَ يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ. (صحيح مسلم، المساجد )

Bermaksud: Seseorang hamba Allah itu dikira dalam sembahyang selama dia berada di tempat sembahyangnya kerana menunggu sembahyang, dan berkata Malaikat: “Ya Allah, ampuni dosanya dan rahmatilah dia sehingga dia beredar atau dia berhadas”.

Hadith di atas menunjukkan bahawa seseorang yang duduk di tempat sembahyangnya bagi menunggu sembahyang fardhu dia dikira mengerjakan sembahyang, di samping para malaikat berdoa untuknya.

Apabila  telah jelas bagi kita kelebihan sembahyang berjamaah yang begitu  besar maka janganlah kita lengah-lengah lagi dari menunaikan sembahyang berjamaah di masjid atau di surau, iaitu tempat yang dibangunkan untuk beribadah kepada Allah, dilaungkan azan  bagi sembahyang fardu lima waktu dan seterusnya didirikan sembahyang fardu lima waktu padanya.


وبالله التوفيق والهداية.
 وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والحمد لله رب العالمين.


Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Kaki Masjid - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Hd Wallpapers